Jumat, 24 Juni 2011

tentang perempuan


entah apa yang terjadi dengan isi kepalaku malam ini..mengapa menjadi begitu liar dan sangat bernafsu untuk memerintahkan tangan ini mengetik..

perempuan...

ada apa dengan perempuan?

dalam pandangan beberapa orang perempuan adalah sosok penggoda, sosok yang membawa pada dosa, sosok yang menjatuhkan, sosok yang melenakan, kaki tangan iblis dalam menggoda.

wajar jika anggapan tersebut hadir, jika cara kita memandang perempuan hanya dari sisi misoginis. sudut pandang yang menjatuhkan. dalam pahaman keagamaan mungkin jalan berpikir seperti ini berangkat dari kisah jatuhnya manusia ke muka bumi akibat godaan hawa kepada adam untuk menikmati buah terlarang. lalu terlahirlah sebuah kesimpulan bahwa hawa sebagai perempuan adalah makhluk penggoda yang menjerumuskan manusia kepada penderitaan hidup di dunia dan menjauhkan kita dari kenikmatan surgawi.dalam pandangan filosofis mungkin saja hal ini berawal dari pandangan seorang filosof besar bernama plato atau aristoteles yang berkata bahwa perempuan adalah manusia yang belum sempurna. dan kemudian diamini oleh para pengikutnya ..

dan kemudian saya akan berkata bahwa saya tidak sepakat..

walaupun saya bukan ulama, juga bukan seorang filosof.. tetapi saya juga memiliki akal yang dapat berpikir dan berpendapat tentang perempuan. mengutip dari buku-buku yang pernah saya baca tentang perempuan juga beberapa diskusi yang sesekali menarik minat saya untuk mengikutinya, saya akhirnya tiba pada sebuah pandangan yang berbeda dari pandangan diatas.

kaum ulama yang berpandangan bahwa perempuan itu adalah makhluk penggoda, dan akan menjerumuskan lelaki ke dalam dosa mungkin lupa bahwa para nabi lahir dari rahim suci seorang perempuan mulia. tidak termasuk adam tentunya. mereka yang menuduh hawa telah menjerumuskan adam, mungkin telah melupakan bahwa dialah ibunda para nabi. tanpa rahimnya maka takkan ada laki-laki dimuka bumi ini. dan cerita tentang bujukan hawa kepada adam, bukankah adam memang hendak dijadikan sebagai penghuni bumi? dengan atau tanpa bujukan hawa, maka adam pun niscaya akan berada di muka bumi ini. memakan buah terlarang hanyalah sebuah syarat materiil untuk turunnya adam ke muka bumi.

secara filosofis, kita tak mungkin mengatakan bahwa perempuan yang hanya setengah manusia akan mampu melahirkan sosok manusia sempurna (baca: laki-laki). hanya manusia sempurnalah yang dapat melahirkan manusia sempurna. hukum logika sederhana menyebutkan bahwa mustahil memberi sesuatu yang tidak memiliki.

cara pandang misoginis tersebut memiliki banyak efek terhadap kehidupan perempuan sejak dahulu hingga masa kini. perempuan akhirnya masuk pada golongan masyarakat kelas dua, tersubordinasi, termarginalkan, tertindas, dan selalu disalahkan.

perempuan dihegemoni untuk tidak cerdas dengan gosip bahwa perempuan lebih mengutamakan hati dan perasaannya daripada akalnya. perempuan ditempatkan pada sektor domestik. bertempat di dapur, perempuan menjadi pembantu rumah tangga yang murah..

hegemoni lelaki menjadikan perempuan sebagai pembantu rumah tangga sekaligus psk. sebuah paket murah kan..

sangat disayangkan masih ada saja mereka yang berpikiran seperti itu.

lalu kemudian berkembanglah pemikiran feminisme..

mulailah hadir pemikiran feminis liberal yang beranggapan bahwa perempuan harus juga memiliki hak untuk berada di sektor publik. perempuan harus mendapat tempat yang layak di maksyarakat, mendapatkan hak untuk bekerja, dan kemudian hak politik.

sayangnya cara pandang seperti ini akhirnya malah membawa perempuan menjadi komoditas dan dagangan baru. perempuan kemudian dijual dalam setiap produk. untuk menarik pembeli, maka hasrat seksual adalah hal pertama yang digunakan untuk menjual produk, perhatikan saja setiap iklan yang tayang di televisi. bahkan untuk mengiklankan oli pun perempuan harus menampilkan sisi "sexy" dan "sensual" agar dapat menjadi iklan yang sangat efektif untuk menarik pembeli.

dan akhirnya pemikiran ini harus dinyatakan tertolak karena pemikiran feminis liberal ini bukannya memerdekakan perempuan dari ketertindasannya malah membuat perempuan semakin tertindas.

masuk kemudian pemikiran feminis sosialis dan marxian, yang mengatakan bahwa perempuan harus mendapatkan hak yang sama dalam mengakses sektor publik. mirip seperti feminis liberal hanya saja semangat yang terbangun dilandasi pemikiran marx.

bahwa perempuan adalah makhluk yang setara dengan laki-laki. dalam segala hal.

pemikiran seperti ini mencoba untuk menafikan bahwa ada hal-hal yang memang secara fitrawi berbeda antara laki-laki dengan perempuan.

bukankah beberapa perbedaan utama antara laki-laki dengan perempuan ada pada menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui. yang dengannya sehingga perempuan memiliki beberapa sifat khusus. misalnya kelemah-lembutan, karena perempuan memang terpilih untuk menjadi pendidik atau madrasah pertama bagi seorang anak.

lalu ada pula sebagian golongan yang menyebutkan bahwa diri mereka sebagai golongan feminis radikal.

inilah golongan terekstreem dalam sejarah pemikiran feminisme. golongan ini menganggap bahwa kehadiran laki-laki hanya untuk menindas perempuan sehingga mereka menyatakan bahwa perempuan tak membutuhkan laki-laki dalam hidupnya. justru laki-laki lah yang membutuhkan perempuan dalam hidupnya. secara ekstreem terdapat pandangan "feminis kok menikah?".

generasi feminisme selanjutnya adalah feminisme postmodern atau biasanya disebut dengan istilah postfeminisme.

sebuah cara pandang yang mengadopsi pemikiran postmodern dalam penjelasan pola hubungan antara laki-laki dengan perempuan.

sekilas tentang postmodern, bahwa pemikiran postmodern hadir untuk menolak pemikiran modernisme yang hadir dalam paradigma positivistik. salah satu ciri paradigma positivistik ini adalah dualisme dan oposisi biner. dan cara pandang inilah yang ditolak oleh pradigma postmodern.

kaitannya dengan cara pandang postfeminisme adalah, kehadiran golongan ini mencoba untuk menolak pembedaan antara laki-laki dengan perempuan. tak perlu melihat ada laki-laki dan perempuan tetapi lihatlah manusia. tak perlu ada hari ibu atau hari ayah, dsb. intinya segala hal yang membedakan secara sosial harus dihilangkan. ingat secara sosial. inlah yang menjadi pembeda antara feminisme marxian dengan postfeminis. meskipun dapat dikatakan bahwa postfeminis adalah perkembangan pemikiran feminis marxian.

dan setelah itu, maka sampailah pada sebuah pemikiran feminis yang mengambil pola pemikiran filsafat timur, baik china maupun islam. beberapa orang menyebutnya sebagai ecofeminisme.

dalam pandangan ini, para feminis dengan pemikiran seperti ini menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan memanglah dua makhluk yang berbeda. tetapi juga makhluk yang sama pada beberapa hal lainnya. perempuan dan laki-laki adalah dua entitas beda yang setara dan saling melengkapi.

seperti langit dan bumi, maka lelaki adalah langit yang menyirami dan menafkahi. dan bumi yang merawat dan menumbuhkan. seperti kunci dan anak kunci laki-laki dan perempuan adalah dua entitas yang tidak terpisah dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya dalam posisi setara.

laki-laki tidak lebih istimewa dari perempuan, begitu pula sebaliknya..

sekian dari saya tentang perempuan..semoga kelak dapat dilanjutkan lagi..

wassalam....

nb: source gambar disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar