Selasa, 11 Juni 2013
Absurd............
waktu dimana otakku mulai meliar, ditemani segelas besar kopi dan beberapa batang rokok..
mari menggila..
setelah berhasil mengupgrade sistem operasi telepon genggamku yang berbasis android, lalu berselancar ria di plurk dan gugel. serta sesekali mengintip wiki.. maka kegelisahan untuk mulai mengetik lagi adalah keniscayaan buat saya..
Sabtu, 15 Desember 2012
Ber-Tuhan dan/atau ber-agama
Mari sejenak mengobrak-abrik rak-rak usang yang berisi pemikiran-pemikiran yang lama ditinggal dan berdebu dalam kepala. Ditemani secangkir kopi hitam dari toraja, sebungkus rokok, dan roti.
Nah, saya menemukan sesuatu disana..
Sesuatu yang disebut ber-Tuhan atau ber-agama (kita jadikan saja istilah ini sebagai judul tulisan)
Pertanyaan pertama apa itu ber-Tuhan?
Ber-Tuhan adalah sebuah pengakuan, lebih dari itu sebuah penyerahan diri pada sosok yang maha kuasa. Penyerahan diri ini menjadikan keterikatan penuh pada-Nya dan hanya pada DIA dalam nama apapun kau menyebut-Nya. Ber-Agama atau tidak, adalah hal lain yang terpisah dari urusan ke-ber-Tuhan-an ini. Hal inilah yang menjadi substansi, sesuatu yang bersifat esensial dalam hidup. Bagi sebagian orang, ber-agama adalah wujud aksiden dari hal ini.
Pertanyaan kedua, apa itu ber-Agama?
Ber-agama adalah penentuan sikap keberpihakan pada ajaran dari sebuah atau sesuatu yang bersifat sakral, suci, yang dalam beberapa literatur disebut sebagai wujud dari peraturan Tuhan. Keputusan untuk memeluk satu agama melahirkan ikatan pada ajaran dan aturan agama tersebut secara ketat, sehingga mustahil bagi individu untuk memeluk dua agama atau lebih pada saat bersamaan.
Pertanyaan ketiga, apakah kedua hal tersebut berkaitan antara satu dengan lainnya?
Ber-Tuhan dan ber-agama adalah dua hal berbeda dan yaa, keduanya (seharusnya) berhubungan. Idealnya, ber-Tuhan adalah substansi dari kemanusiaan dan ber-agama adalah aksidennya. Perpaduan keduanya adalah esensi kemanusiaan. Pada realitasnya, berdasarkan logika hubungan, maka ada beberapa kemungkinan kombinasi hubungan yang terjadi antara keduanya pada diri seorang individu. Let's check it out
Hubungan pertama....
Tidak ber-Tuhan dan tidak ber-Agama, hal ini adalah kombinasi pertama (saya sengaja mengurutkannya dari hal yang paling tidak menyenangkan diawal..berdasar penilaian subjektif..agar menemukan happy ending). Hal ini mewujud pada individu yang tidak memahami ke-diri-annya dan memilih untuk tidak menyerahkan hal ini pada agama. Sehingga dapat dikatakan bahwa individu seperti ini adalah individu yang sesat lagi memilih untuk tersesat (sadar atau tidak sadar)
Hubungan kedua...
Tidak ber-Tuhan tetapi ber-agama, kombinasi ini mewujud pada individu yang tidak memahami ke-diri-annya tetapi memilih untuk menyerahkan hal itu pada agama untuk menentukannya. Kombinasi ini sebenarnya tidak buruk, bahkan mungkin saja mayoritas individu memilih (sadar atau tidak sadar) untuk berada pada kombinasi ini. Selama anda patuh pada ajaran agama, maka bisa jadi suatu saat kelak anda akan menemukan ke-ber-Tuhan-an itu sendiri. Tetapi sayangnya, ada juga individu yang memilih ber-agama namun memutuskan untuk tidak mematuhinya, individu ini lebih memilih untuk menemukan celah-celah pada agama untuk menjadi landasan bagi setiap tindakannya yang menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.
Hubungan ketiga...
Ber-Tuhan tetapi tidak ber-agama, kombinasi ini lahir pada individu yang mampu (atau merasa dirinya mampu) memahami ke-diri-annya dan menganggap bahwa agama adalah kerangkeng yang memenjarakan kemanusiaannya. Dengan ber-agama dia merasa terbatas pada aturan-aturan ke-agama-an yang sejatinya tanpa aturan itu dia telah mengetahui apa yang baik dan yang buruk. Sehingga walaupun tidak ber-agama, orang seperti ini cenderung lebih jarang melakukan tindakan yang merugikan atau bahkan mendzalimi orang lain.
Hubungan keempat...
Ber-Tuhan dan ber-agama, ini adalah kombinasi paripurna (paling tidak menurut pendapat saya pribadi) dimana individu mampu memahami ke-diri-annya dan pada saat yang sama dia juga mampu mewujudkannya dalam aksiden yang teratur rapi. Individu seperti ini umumnya memilih hal ini karena kesadaran akan misi ke-nabi-an yang seharusnya tidak terputus hanya karena tak ada lagi gelar ke-nabi-an setelah kepergian nabi terakhir.
Demikian tulisan kali ini,
Mungkin tidak cukup mampu menjelaskan dengan lebih baik..mungkin juga mengandung kesalahan..tulisan ini pendapat pribadi yang tidak menutup pintu kritik dan ruang diskusi..
Salam dialektik..
Jumat, 17 Agustus 2012
Puasa, Merdeka, dan Lebaran
Minggu, 04 Desember 2011
Maka Bersyukurlah
Jumat, 24 Juni 2011
tentang perempuan

entah apa yang terjadi dengan isi kepalaku malam ini..mengapa menjadi begitu liar dan sangat bernafsu untuk memerintahkan tangan ini mengetik..
perempuan...
ada apa dengan perempuan?
dalam pandangan beberapa orang perempuan adalah sosok penggoda, sosok yang membawa pada dosa, sosok yang menjatuhkan, sosok yang melenakan, kaki tangan iblis dalam menggoda.
wajar jika anggapan tersebut hadir, jika cara kita memandang perempuan hanya dari sisi misoginis. sudut pandang yang menjatuhkan. dalam pahaman keagamaan mungkin jalan berpikir seperti ini berangkat dari kisah jatuhnya manusia ke muka bumi akibat godaan hawa kepada adam untuk menikmati buah terlarang. lalu terlahirlah sebuah kesimpulan bahwa hawa sebagai perempuan adalah makhluk penggoda yang menjerumuskan manusia kepada penderitaan hidup di dunia dan menjauhkan kita dari kenikmatan surgawi.dalam pandangan filosofis mungkin saja hal ini berawal dari pandangan seorang filosof besar bernama plato atau aristoteles yang berkata bahwa perempuan adalah manusia yang belum sempurna. dan kemudian diamini oleh para pengikutnya
Minggu, 02 Januari 2011
Cari Kerja
cukup bersantai dan mulai bergabung dengan 4,1 juta pengangguran dari total 21,2 juta angkatan kerja di indonesia..lebih spesifik lagi saya tergabung dalam 2 juta diantara pengangguran terdidik alumni diploma dan sarjana..semuanya hanyalah sebuah hal yang biasa saja..seseorang selesai kuliah lalu mencari kerja. bukan hal
Kamis, 19 Agustus 2010
Redenominasi mata uang

Mengasihani Iblis
Selasa, 10 Agustus 2010
sesuatu yang bernama ramadhan
Kamis, 15 Juli 2010
BENARKAH TUHAN ITU ADA?
Pertanyaan yang sekaligus menjadi judul bagi tulisan ini adalah sebuah pertanyaan yang menjadi dasar bagi paradigm kemanusiaan kita. Terpengaruh oleh paradigm kita, dan kemudian menjadi dasar bagi keberagamaan kita. Bagi seorang muslim, pertanyaan ini adalah sebuah pertanyaan yang tentunya akan sangat sulit terjawab jika kita menjadi seorang muslim dengan paradigm materialis. Mengapa, karena kita mengetahui bahwa dalam paradigm materialis, hanya sesuatu yang terinderai saja yang akan diangaap sebagai sebuah keberadaan. Sementara dalam islam, secara nyata telah disebutkan bahwa Tuhan mustahil untuk terinderai, mengingat bahwa Tuhan adalah sesuatu yang nonmaterial. Pertanyaan ini juga sekaligus menjadi dasar bagi kebertauhidan kita.
Nah, benarkah bahwa Tuhan itu memang ada? Jika benar adanya, apa yang menjadi bukti bag keberadaan Tuhan itu sendiri? Terkadang dalam menghadapi pertanyaan diatas, kita secara sederhana akan menjawab dengan sebuah pertanyaan yang berdasarkan prinsip kausalitas sederhana. Tuhan ada karena kita melihat bahwa alam semesta ini ada dan teratur sebagai bukti bagi keberadaan Tuhan. Tetapi sayangnya, karena jawaban tersebut sedikit lemah. Dimana titik lemahnya?
Benarkah Tuhan Maha Pencipta ; Rangkaian Pemikiran Tentang Hakekat Penciptaan
Apakah benar dunia ini dicipta ? Bagaimana kalau sebenarnya dunia ini TIDAK di cipta ? atau kita ini cukup takut untuk disebut kafir dengan meragukan Tuhan. Bagaimana dengan pertanyaan Bagaimana Tuhan mencipta atau mungkin apa tujuan Tuhan mencipta ?
Pertanyaan di atas mungkin sesekali lewat di benak kita, melintas mencoba untuk menyentil sisi sensitive pemikiran kita, agar kita bias sedikit “nakal” dalam berpikir. Yah kali ini kita coba untuk kembali bicara Tentang Tuhan.
Adakah Akhir Alam Semesta
Semua agama di muka bumi ini mengatakan bahwa suatu saat dunia ini akan berakhir, hancur-lebur, dan musnah. Termasuk segala kehidupan di dalamnya. Kiamat, itulah bahasa agamanya. Tetapi apakah memang benar kalau kehidupan di dunia dan seluruh alam semesta ini akan berakhir ? mungkin itu pertanyaan yang akan menjadi pembahasan kita kali ini.
Di saat semua agama sedang sibuk-sibuknya mengkampanyekan akan datang hari dimana kehidupan di alam semesta akan berakhir dan kemudian aka nada kehidupan setelah kematian,
