Rabu, 19 Maret 2014

sakit kepala

sakit kepala ku...

mari kembali menggila, mengetik (lagi-lagi) tanpa arah yang jelas. seperti ketidakjelasan isi hati pun isi kepala. seperti ketiba-tibaan datangmu dan kini pergimu. sementara aku yakin dengan pilihanku, ternyata keyakinan itu tak hadir padamu.
maaf karena ternyata ego mendahului.....

tak pernah kuberi tahu, tapi aku selalu senang meyebut namamu dalam pikir, kusebut berulang-ulang..sajak, begitu aku menyingkat namamu..

bye..

nb: aku disini untukmu..

Selasa, 03 Desember 2013

Infinity Blade

lagi senang-senangnya maini game ini....
gambar di upload dari situs resmi game
www.infinityblade.com/download

niatnya mau dijadikan background plurk...

Rabu, 12 Juni 2013

Aku berbeda maka aku ada

playlist PC memainkan lagu peterpan tapi yang terdengar ditelingaku adalah lagu ini... thank's God I have an iPod...hihihihi..

jika kami bersama - Superman is Dead
  • Jika Kami bersama, nyalakan tanda bahaya
    Jika kami berpesta, hening akan terpecah..
    Aku, dia dan mereka memang gila memang beda,,
    Tak perlu berpura-pura,, memang begini adanya..

    Dan kami di sini,,, akan terus bernyanyi…

    Dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya..
    Musik akan menghentak.. anda akan tersentak!!
    Dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
    Kami adalah kamu,, muda, beda dan berbahaya..–

Selasa, 11 Juni 2013

Absurd............

selamat memasuki dini hari..
waktu dimana otakku mulai meliar, ditemani segelas besar kopi dan beberapa batang rokok..

mari menggila..

setelah berhasil mengupgrade sistem operasi telepon genggamku yang berbasis android, lalu berselancar ria di plurk dan gugel. serta sesekali mengintip wiki.. maka kegelisahan untuk mulai mengetik lagi adalah keniscayaan buat saya..

Senin, 10 Juni 2013

aku di(lamar) ramal

semalam, bersama  beberapa orang teman, sebut saja mhank, masi kram, kak nots, chibi, dan petra (bukan nama sebenarnya) hahahahaha..

sambil menikmati suasana malam, mama dedeh chibi mengeluarkan se-pack kartu dan mulai meramal. dan saya adalah orang yang pertama yang diramal. ada banyak pertanyaan yang di ajukan baik oleh saya, maupun oleh yang lainnya tentang saya. syarat ramalan ini adalah setiap pertanyaan hanya dapat dijawab dengan ya, tidak, mungkin ya, dan mungkin tidak. beberapa pertanyaan yang saya ingat, sempat ditanyakan itu antara lain:

sesi pertama:
1. apakah saya akan balikan dengan mantan? jawabannya tidak. (pertanyaan masi kram)
2. apakah saya akan dapat pengganti dalam waktu dekat? jawabannya ya. (pertanyaan kak nots)
3. apakah saya selesai kuliah tahun ini? jawabannya mungkin ya. (pertanyaan kak nots)
4. apakah saya akan menikah tahun depan? jawabannya ya. (pertanyaan masi kram)
5. menikah karena dijodohkan? jawabannya ya. (pertanyaan mhank)
6. menikah lebih dari satu kali? jawabannya ya. (pertanyaanku)
7. poligami? jawabannya mungkin ya. (pertanyaan masi kram)
8. istri pertama orang sulawesi? jawabannya tidak. (pertanyaan mhank)
9. (istri pertama) orang sumatera? jawabannya tidak. (pertanyaan masi kram)
10. (istri pertama) orang jawa? jawabannya ya. (pertanyaan petra)
11. (istri pertama) jawa barat? jawabannya tidak. (pertanyaan petra)
12. sayang sama istri pertama? jawabannya tidak. (pertanyaan kak nots)
13. persahabatan dengan ikram dan mhank akan bertahan lama (sampai tua)? jawabannya tidak (pertanyaan kak nots)

sampai disini, lalu terhenti. dan mama chibi berganti korban, korban selanjutnya adalah masi kram. bagaimana sesi ramal masi kram, sila menuju kesini, (semoga dia menuliskannya). setelah masi kram, kemudian lanjut mhank yang jadi korban. disini mungkin mhank akan menuliskan apa yang jadi hasil ramalnya.setelah sempat berputar hingga ke petra, lalu kembali ke saya.

sesi kedua tidak saya tuliskan disini..tapi di simpan di kepala saja..hahahaha..

tulisan ini sekedar sebagai catatan, jika suatu saat kelak saya membacanya, mungkin saya akan tertawa....


Minggu, 09 Juni 2013

Pecinta dan Penguntit

mungkin karena ketiadaan kesibukan yang cukup berarti membuat saya membuka halaman google dan dikolom pencariannya saya mengetikkan beberapa nama secara bergantian. bergeser dari masa lalu hingga  sebuah nama yang menjadi mimpi dan harapan masa depan.

hari ini tepat sebulan setelah kejadian itu, tepat sebulan keakraban diantara saya dan dia berubah menjadi keterasingan. seolah kami tak saling kenal dan tak lagi berkomunikasi dengan cara yang sama seperti lima tahun lalu kami melakukannya.

Rencong Marencong

RENCONG MARENCONG
Hei bagaimana kabar kawan-kawan
Apakah baik kondisimu disana
Kami disini sedang bernyanyi kawan
Akan senandung lagu rindu tentang kamu
Yang ada di timur, bagaimana kabarmu
Yang ada di barat, bagaimana kabarmu
Yang ada di utara, bagaimana kabarmu
Yang ada di selatan, bagaimana kabarmu
Yang ada di gunung, bagaimana kabarmu
Yang di sebrang lautan, bagaimana kabarmu
Yang di kota-kota, bagaimana kabarmu
Yang di desa-desa, bagaimana kabarmu
Yang dibalik tembok, bagaimana kabarmu
Yang dikolong jembatan, bagaimana kabarmu
Yang dipasar-pasar, bagaimana kabarmu
Yang dijalan-jalan, bagaimana kabarmu
Yang tersapu badai, bagaimana kabarmu
Yang terbakar matahari, bagaimana kabarmu
Yang terbujur sakit, bagaimana kabarmu
Yang berselimut dingin, bagaimana kabarmu
Kurindukan selalu untuk dirimu
Semoga kau disana bersahaja slalu
Rencong marencong, rencong marencong

Senin, 25 Maret 2013

foto buat background plurk

pasang kayu

pasang kayu juga

dekat palu

Selasa, 25 Desember 2012

Untukmu fiqh mu, untukku fiqh ku...

Beberapa hari belakangan ini dunia maya begitu disibukkan dengan perdebatan antara sesama muslim tentang boleh tidaknya mengucapkan selamat Natal bagi ummat kristiani yang merayakannya pada hari ini. Dan saya secara pribadi pun sempat ikut terbawa arus dalam perdebatan itu, sampai akhirnya saya merasa muak dan mulai menyadari satu hal. Kenapa kita begitu sibuk dengan perdebatan tentang sesuatu yang kita sendiri tidak merayakannya? Selain itu, mengapa kita menjadi begitu sibuk berdebat dan berselisih pendapat tentang sesuatu yang pengetahuan kita tak memadai untuk menghukuminya? Bahkan hingga berdampak pada pengambil-alihan wewenang Tuhan (menghukumi kafir) atas mereka yang berbeda pendapat dengan kita.

Islam sebagai sebuah agama yang cukup besar, bahkan termasuk dalam tiga agama besar dengan pemeluk terbanyak di dunia, meniscayakan terjadinya perbedaan pendapat berdasarkan perbedaan penafsiran atas kitabullah. Tetapi apakah hal ini layak menjadi dasar bagi kita untuk menghukumi mereka yang berbeda pendapat dengan kita dengan label murtad, sesat, bahkan kafir? Bukankah perbedaan ini adalah kehendak Tuhan?
“Hai manusia! Kami ciptakan kamu dari satu pasang laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu beberapa bangsa dan suku bangsa supaya kamu saling mengenal (bukan supaya saling membenci). Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di dalam pandangan Allah ialah orang yang paling bertakwa. Allah Maha Tahu, Maha Mengenal.” (Al-Hujurat : 13)
Diayat yang lain disebutkan secara jelas dan tegas.
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (Al-Ma'idah : 48)

Dengan mengutip dua ayat dari Al-Quran diatas, telah jelas bahwa perbedaan itu adalah kehendak Allah SWT, lalu atas dasar apa kita memaksakan keyakinan kita pada yang lain?

Itu baru satu hal sekaitan dengan perbedaan pendapat yang saya singgung diatas.

Hal selanjutnya adalah, dengan kapasitas pengetahuan kita sebagai seorang yang awwam, apakah layak bagi kita untuk menentukan hukum atas suatu perkara fiqh? Bukankah pada hal-hal seperti ini, maka kita dianjurkan untuk mengikuti pendapat Ulama, yaitu mereka yang lebih memahami duduk perkara suatu hal.

Sekedar ilustrasi bagi kita, jika kita sedang menderita sebuah penyakit, maka kita akan mendatangi dokter. Jumlah dokter pastilah lebih dari satu, dan kita akan memilih untuk mengunjungi satu dokter saja untuk mengobati penyakit kita. Dokter tersebut akan memberikan sebuah resep obat untuk kita konsumsi demi menyembuhkan penyakit kita. Dan tentunya setiap dokter akan memiliki resep yang berbeda. Tetapi karena kita hanya mempercayai seorang dokter saja, maka kita akan memilih resep obatnya dan mempercayakan kesembuhan kita pada resep obat dari dokter tersebut. Lalu ada orang lain yang memutuskan untuk mengunjungi dokter yang berbeda dan mendapatkan resep obat yang berbeda, apakah kita akan secara serta merta menghukumi bahwa dia tidak akan mendapatkan kesembuhannya hanya karena dia tidak mengunjungi dokter yang sama dengan kita? Tentu tidak kan.

Begitu pulalah dengan Ulama, ada banyak ulama dan masing-masing ulama memiliki pendapat yang berbeda. Kita akan memutuskan untuk mengikuti pendapat salah satu ulama. Tetapi keputusan kita untuk mengikuti pendapat ulama tersebut tidak secara serta merta membuat kita memiliki hak untuk menghukumi orang yang mengikuti pendapat ulama yang lain sebagai sebuah kesalahan, kesesatan, dan sejenisnya.

Kita mengetahui bahwa dalam Islam ada empat mazhab fiqh besar, yaitu : fiqh imam Maliki, fiqh imam Hambali, fiqh imam Hanafi, dan fiqh imam Syafi'i. Dan diantara keempatnya tentunya memiliki perbedaan pendapat antara satu dengan lainnya. Kita tentu saja memiliki hak untuk memutuskan mengikuti salah satu diantaranya. Tetapi kita tidak pernah punya hak untuk menghukumi mereka yang mengikuti mazhab fiqh yang berbeda itu salah. Yang bisa kita lakukan adalah mengikuti mazhab fiqh yang kita anggap benar, dan membiarkan mereka yang mengikuti mazhab fiqh yang berbeda dengan keyakinannya.

Sekaitan dengan hal yang telah disinggung diatas, pun terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama, ada yang membolehkan dan ada yang melarang. Dan sebagaimana pilihan kita terhadap mazhab fiqh yang dapat saja berbeda antara satu dengan yang lainnya, begitu pulalah pilihan kita untuk mengucapkan selamat atau tidak. Bagi yang ingin mengucap selamat, silahkan mengucap selamat sebagaimana keyakinannya berdasar pendapat ulama yang diikutinya. Dan bagi yang menganggap hal tersebut haram, maka silahkan tetap berada pada keputusannya sebagaimana pendapat ulama yang diikutinya. Dan biarkan keduanya berjalan beriringan..

Mengapa harus larut dan ikut berdebat sementara pengetahuan kita tak dapat dikatakan cukup layak untuk melakukannya.

Sekian pendapat saya. Dan ini adalah pendapat saya sebagai orang awwam..
Syukran Katsiran..

Sabtu, 15 Desember 2012

Ber-Tuhan dan/atau ber-agama

Lama tidak meng-up date tulisan disini, hingga akhirnya saya tak tahu apa yang harusnya terketik..
Mari sejenak mengobrak-abrik rak-rak usang yang berisi pemikiran-pemikiran yang lama ditinggal dan berdebu dalam kepala. Ditemani secangkir kopi hitam dari toraja, sebungkus rokok, dan roti.
Nah, saya menemukan sesuatu disana..
Sesuatu yang disebut ber-Tuhan atau ber-agama (kita jadikan saja istilah ini sebagai judul tulisan)
Pertanyaan pertama apa itu ber-Tuhan?
Ber-Tuhan adalah sebuah pengakuan, lebih dari itu sebuah penyerahan diri pada sosok yang maha kuasa. Penyerahan diri ini menjadikan keterikatan penuh pada-Nya dan hanya pada DIA dalam nama apapun kau menyebut-Nya. Ber-Agama atau tidak, adalah hal lain yang terpisah dari urusan ke-ber-Tuhan-an ini. Hal inilah yang menjadi substansi, sesuatu yang bersifat esensial dalam hidup. Bagi sebagian orang, ber-agama adalah wujud aksiden dari hal ini.
Pertanyaan kedua, apa itu ber-Agama?
Ber-agama adalah penentuan sikap keberpihakan pada ajaran dari sebuah atau sesuatu yang bersifat sakral, suci, yang dalam beberapa literatur disebut sebagai wujud dari peraturan Tuhan. Keputusan untuk memeluk satu agama melahirkan ikatan pada ajaran dan aturan agama tersebut secara ketat, sehingga mustahil bagi individu untuk memeluk dua agama atau lebih pada saat bersamaan.
Pertanyaan ketiga, apakah kedua hal tersebut berkaitan antara satu dengan lainnya?
Ber-Tuhan dan ber-agama adalah dua hal berbeda dan yaa, keduanya (seharusnya) berhubungan. Idealnya, ber-Tuhan adalah substansi dari kemanusiaan dan ber-agama adalah aksidennya. Perpaduan keduanya adalah esensi kemanusiaan. Pada realitasnya, berdasarkan logika hubungan, maka ada beberapa kemungkinan kombinasi hubungan yang terjadi antara keduanya pada diri seorang individu. Let's check it out
Hubungan pertama....
Tidak ber-Tuhan dan tidak ber-Agama, hal ini adalah kombinasi pertama (saya sengaja mengurutkannya dari hal yang paling tidak menyenangkan diawal..berdasar penilaian subjektif..agar menemukan happy ending). Hal ini mewujud pada individu yang tidak memahami ke-diri-annya dan memilih untuk tidak menyerahkan hal ini pada agama. Sehingga dapat dikatakan bahwa individu seperti ini adalah individu yang sesat lagi memilih untuk tersesat (sadar atau tidak sadar)
Hubungan kedua...
Tidak ber-Tuhan tetapi ber-agama, kombinasi ini mewujud pada individu yang tidak memahami ke-diri-annya tetapi memilih untuk menyerahkan hal itu pada agama untuk menentukannya. Kombinasi ini sebenarnya tidak buruk, bahkan mungkin saja mayoritas individu memilih (sadar atau tidak sadar) untuk berada pada kombinasi ini. Selama anda patuh pada ajaran agama, maka bisa jadi suatu saat kelak anda akan menemukan ke-ber-Tuhan-an itu sendiri. Tetapi sayangnya, ada juga individu yang memilih ber-agama namun memutuskan untuk tidak mematuhinya, individu ini lebih memilih untuk menemukan celah-celah pada agama untuk menjadi landasan bagi setiap tindakannya yang menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.
Hubungan ketiga...
Ber-Tuhan tetapi tidak ber-agama, kombinasi ini lahir pada individu yang mampu (atau merasa dirinya mampu) memahami ke-diri-annya dan menganggap bahwa agama adalah kerangkeng yang memenjarakan kemanusiaannya. Dengan ber-agama dia merasa terbatas pada aturan-aturan ke-agama-an yang sejatinya tanpa aturan itu dia telah mengetahui apa yang baik dan yang buruk. Sehingga walaupun tidak ber-agama, orang seperti ini cenderung lebih jarang melakukan tindakan yang merugikan atau bahkan mendzalimi orang lain.
Hubungan keempat...
Ber-Tuhan dan ber-agama, ini adalah kombinasi paripurna (paling tidak menurut pendapat saya pribadi) dimana individu mampu memahami ke-diri-annya dan pada saat yang sama dia juga mampu mewujudkannya dalam aksiden yang teratur rapi. Individu seperti ini umumnya memilih hal ini karena kesadaran akan misi ke-nabi-an yang seharusnya tidak terputus hanya karena tak ada lagi gelar ke-nabi-an setelah kepergian nabi terakhir.
Demikian tulisan kali ini,
Mungkin tidak cukup mampu menjelaskan dengan lebih baik..mungkin juga mengandung kesalahan..tulisan ini pendapat pribadi yang tidak menutup pintu kritik dan ruang diskusi..
Salam dialektik..

Jumat, 17 Agustus 2012

Puasa, Merdeka, dan Lebaran

seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu saja ada pertanyaan yang hadir menjelang 17 agustus, yaitu sudahkah kita merdeka? mengingat 17 Agustus adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia, maka pertanyaan itu terasa kurang wajar. mungkin saja pertanyaan itu hadir karena rasa terjajah bahkan mungkin mental terjajah masih saja tertinggal dalam benak masyarakat Indonesia walaupun generasi ini adalah generasi yang lahir setelah deklarasi kemerdekaan dikumandangkan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moeh. Hatta tepat 67 tahun yang lalu (saat ketikan ini diunggah).

Minggu, 15 Juli 2012

Galau?

Entah apa yang tiba-tiba hadir di pikiranku saat ini. Satu hal yang pasti hal itu membuat resah. Datang secara tiba-tiba, dan bertahan lama dalam pikiran. Mengingatkan kembali kilasan-kilasan hidup dimasa lalu. Seperti sebuah kaleidoskop kehidupanku sendiri. Mungkin ini adalah apa yang disebut sebagai sebuah kegalauan oleh mereka para pemikir eksistensialis..
Sebuah kegalauan eksistensial, dimana pertanyaan tentang kesejatian diri hadir tanpa berhenti. Bahkan sebelum mampu untuk terjawab.
Meskipun secara sadar saya mengetahui bahwa gerak adalah sebuah keniscayaan, tetapi untuk hal ini saya bingung. Gerak ini akan membawa saya kemana? Seperti lorong gelap tanpa setitik cahaya. Seperti buta yang menyerang secara tiba-tiba. Semua menjadi gelap tanpa arah, tanpa makna. Melumpuhkan nalar dan membuat semua menjadi absurd.
Pikiran tentang Tuhan, Agama, Keluarga, Cinta, bahkan pemikiran tentang hal yang sangat remeh temeh seperti secangkir kopi atau segelas teh hangat.
Tanpa arah yang jelas, tanpa batas yang tegas. Kecintaan atas hidup dan kerinduan akan mati berpadu indah melebur membentuk sebuah warna yang tak bernama, atau mungkin lupa untuk diberi nama. Indah tetapi melukai, menyeramkan tetapi terlalu estetis untuk membuatku berpaling.
Dimanakah awal dan akhir? Apakah terpisah oleh jarak itu yang menyatukan? Seperti diam yang memiliki seribu makna, dingin yang pada titik puncaknya menghadirkan panas dan sebaliknya bagi tubuh lemah ini.
Aaaakhhh...haaaksss...
Aku diam dan berteriak dalam sejuta harmoni kehidupan yang hanya bermakna jika hadir dalam gelap bisu...
See you nowhere around...

Jumat, 13 Juli 2012

Gadgetku

Selalu bertanya..bisakah benda ini menjalankan system operasi berbasis linux?
Sampai saat ini belum menemukan jawaban...


Sabtu, 23 Juni 2012

Tes mobile blogger for android

Hanya postingan untuk tes blogger for android..
Kalo berhasil alhamdulillah..kalo gagal hapus aplikasi..hahaha..


Selasa, 01 Mei 2012

Makassar (Tidak) Kasar


Bagi orang Makassar mungkin sudah cukup gerah dengan persepsi bahwa orang Makassar itu kasar. Tetapi untuk menyangkalpun tidak mungkin karena pemberitaan di media menggambarkan hal seperti itu. Saya sebagai orang Makassar cukup gerah juga dengan persepsi itu. Tetapi sebagaimana yang lain, agak sulit untuk menyangkal realitas itu.

Minggu, 08 April 2012

Transportasi dan Pembangunan Perekonomian Daerah



serius rong..manna mamo itu tugas jie di apdet disini..paling tidak ditau bilang rajin ja kuliah toh.. :P

Dalam ruang lingkup ekonomi transportasi sangat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia dalam berkehidupan sosial,jika ditinjau dari segi makro ekonomi,transportasi memegang peranan sentral dalam meningkatkan PDB nasional,ini dikarenakan sifat dari transportasi mempunyai sifat derived demand yakni jikalau penyediaan transpotasi meningkatkan maka akan memicu sebuah kenaikan dalam angka PDB atau dengan kata lain transportasi dapat meningkatkan permintaan pada barang lain.

Kamis, 09 Februari 2012

What is a name?


Apalah arti sebuah nama?
Ungkapan yang sangat terkenal yang sering dikutip, yang berasal dari dialog dalam adegan romeo and Juliet karya Shakespeare.
Meski disisi lain ada juga yang mengatakan bahwa nama adalah doa. Mungkin bagi seseorang seperti itulah keadaannya. Nama adalah doa orang tua kepada anaknya, tetapi jika melihat dari sisi yang lain, maka nama tak lebih dari sekedar sebutan yang menjadi penanda. Bukan sesuatu yang hakiki. Bukan sesuatu yang substansial.

Selamat bercinta


Baru saja saya menyelesaikan sebuah tontonan….
Sebuah film berjudul the art of getting by, sejujurnya saya tidak tahu apa artinya. Tetapi cerita film tersebut cukup menarik. Sebuah pemikiran filosofis sederhana mengawali ceritanya. Apa artinya semua yang kita lakukan jika kematian dapat mengintai kita kapan saja dimana saja. Mengapa harus repot-repot merencanakan sesuatu yang besar jika besok adalah sebuah ketidakpastian. Cara berpikir yang sangat pesimis.

Sabtu, 04 Februari 2012

Suka serta duka


Setelah keliling kesana-kemari mencari alamat inspirasi. Tetapi tidak ketemu juga. Setelah lelah membongkar semua ruang social maya yang saya temui. Dan tidak menemukan sesuatu yang menarik (atau mataku yang kurang jeli untuk menangkap realitas) untuk dibahas secara panjang lebar dan tinggi, maka saya memutuskan untuk memaksa otakku untuk bekerja sedikit lebih keras mengguncang-guncangkan alam bawah sadarku untuk menemukan sesuatu yang bisa kutulis.

Minggu, 04 Desember 2011

Maka Bersyukurlah

Tadi sore, tiba-tiba saja bunyi gong terdengar. Hand Phone ku berbunyi, sebuah broadcast message masuk. Saya lupa bagaimana isinya dengan lengkap dan cukup malas untuk membuka kembali Blackberry saya untuk menuliskan kembali disini (bagian awal ini inti sebenarnya adalah mau pamer "saya punya BB oooyy..sombong" hahahaha :-P). tetapi kurang lebih intinya seperti ini, "sebelum Anda mengeluh akan penderitaan, kesusahan, dan kesulitan anda, sebaiknya Anda mengingat bahwa ada orang lain diluar sana yang mengalami penderitaan yang lebih berat, kesulitan yang lebih pelik, kesusahan yang lebih menyedihkan". Terdengar sangat bijak bukan?